Quantcast

Fw: akibat kemiskinan

classic Classic list List threaded Threaded
2 messages Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Fw: akibat kemiskinan

Mira Wijaya Kusuma


http://sastrapembebasan.wordpress.com/
http://tamanhaikumiryanti.blogspot.com/ 
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind.net/  


--- On Thu, 7/15/10, gri. mhmd <[hidden email]> wrote:

From: gri. mhmd <[hidden email]>
Subject: akibat kemiskinan
To: "Mira Wijaya Kusuma" <[hidden email]>
Date: Thursday, July 15, 2010, 12:24 PM





DAMPAK SEBUAH KEMISKINAN

 

Ada hadits rasulullah yang mengisyaratkan bahwa “kemiskinan
itu cenderung membawa kekufuran”

Kufur diartikan sebagai runtuhnya keimanan yang
menyebabkan ia kembali menjadi kafir. Sedangkan kekufuran itu sendiri
sesungguhnya amatlah luas, termasuk juga didalamnya kemaksiatan. Demikian juga
ketika seorang muslim yang mempunyai buruk sangka (shu’uzan) terhadap orang
lain yang ia tidak tahu persis, sehingga cenderung menyebar fitnah, hal itu
sangatlah dimurkai Allah dan terkutuk.

Misalnya; mereka yang mengaku mukmin dengan
sewenang-wenang menuduh yang lainnya sebagai atheis atau kafir, berbuat
kejahatan dan perbuatan itu dilemparkan kepada orang lain seperti membunuh,
menyiksa dan lain sebagainya.

 

Hadits rasululullah yang berbunyi : “man qaala kaafirun
li akhuuhu mukminun fa huwa kaafirun” artinya barang siapa berkata “kafir”
terhadap saudaranya yang mukmin, maka sesungguhnya dialah (yang mengatakan itu)
yang kafir.

Demikian juga mereka yang tak henti-hentinya berbicara
tentang amar makruf nahi munkar, sementara mereka terus melakukan kemunkaran.

 

Apakah kejahatan kemanusiaan bukan kemunkaran? Kejahatan
apa yang paling besar terhadap umat manusia?

Na’uzubillahi min zalik, kejahatan sangat besar bagi
mereka yang mengaku muslim ketika ia ingkar dari kewajibannya menyelamatkan
umat manusia lainnya, yaitu dengan merampas hak-hak orang yang tidak berdaya,
terlebih-lebih kejahatan memiskinkan orang banyak, hanya karena rakus dengan
tahta dan harta benda serta syirik terhadap berhala.

 

Alam hal melawan kekufuran, rasulullah bersabda : “Man ra’a
minkum munkarah, fal yjahidu biyadihi, wa illam yastathi’I bil lisaanihi, wa illam
yas tathi’I bi qalbih, fa huwa adh’aful ‘iman” (barang siapa diantara kamu
melihat kemunkaran, maka berjuanglah (lawanlah) dengan kedua tangannya (segala
kekuatannya). Jika tidak mampu, (melawan) dengan lidahnya (protes, demo, petisi
dlsb). Kalau (masih) tidadk mampu dengan hatinya (kutuk, berdo’a kepada Tuhan
agar merekad dikembalikan ke jalan yang benar). Maka itu adalah
selemah-lemahnya iman.

 

Setiap mukmin sesungguhnya adalah orang-orang yang
senantiasa memiliki kasih sayang sebagaimana juga yang mereka sembah sang maha
pengasih dan penyayang.

 

Terlalu banyak akibat dari kemiskinan. Peristiwa ibu yang
mati bunuh diri bersama anak-anaknya, Ibu atau Bapak yang mati gantung diri
karena tidak sanggup menghidup anak-anak mereka, orang yang bunuh diri melompat
dari gedung bertingkat, yang bunuh diri karena tidak mampu berobat sehingga
sakitnya seumur hidup dan sebagainya, dan sebagainya. Jadi tak muat kalau
disebutkan satu persatu di halam ini.

 

Sebagai wargan Negara di Republik yang memiliki kekayaan
alam sedemikian melimpahnya, jika sebagian besar rakyatnya sangat miskin, patut
dipertanyakan : Siapakah yang sesungguhnya yang bertanggung jawab? Siapakah
yang memiskinkan mereka dengan merampas hak-hak mereka?

Siapakah yang merampas hak mereka dengan memperkaya diri
melalui kekuasaannya?

 

(Mohammad Noer H. Manshoer Raidy)




     
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Bls: Fw: akibat kemiskinan

Wal Suparmo
Salam,
Pengaruh yang paling penting adalah kwalitas SDM tidak bisa disangkal.Dan dalam hal ini SDM Indonesia sangat tidak bisa dibanggakan apalagi kalau dibandingkan dengan bangsa Korea Selatan dan Singapura  yang bahkan hampir tidak mempunyai sumber alam. Demikian juga pengaruh agama adalah sangat signifikan karena agama yang memotivasi manusia, bukan sebaiknya.

Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Jum, 16/7/10, Mira Wijaya Kusuma <[hidden email]> menulis:


Dari: Mira Wijaya Kusuma <[hidden email]>
Judul: [Mayapada Prana] Fw: akibat kemiskinan
Kepada: "sastra pembebasan" <[hidden email]>, "GRI MHMD" <[hidden email]>
Cc: "Mawi 2008" <[hidden email]>, "Suar Suroso" <[hidden email]>, [hidden email]
Tanggal: Jumat, 16 Juli, 2010, 4:16 AM


 















http://sastrapembeb asan.wordpress. com/
http://tamanhaikumi ryanti.blogspot. com/ 
Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind. net/  


--- On Thu, 7/15/10, gri. mhmd <gri.mhmd@gmail. com> wrote:


From: gri. mhmd <gri.mhmd@gmail. com>
Subject: akibat kemiskinan
To: "Mira Wijaya Kusuma" <la_luta@yahoo. com>
Date: Thursday, July 15, 2010, 12:24 PM



DAMPAK SEBUAH KEMISKINAN
 
Ada hadits rasulullah yang mengisyaratkan bahwa “kemiskinan itu cenderung membawa kekufuran”
Kufur diartikan sebagai runtuhnya keimanan yang menyebabkan ia kembali menjadi kafir. Sedangkan kekufuran itu sendiri sesungguhnya amatlah luas, termasuk juga didalamnya kemaksiatan. Demikian juga ketika seorang muslim yang mempunyai buruk sangka (shu’uzan) terhadap orang lain yang ia tidak tahu persis, sehingga cenderung menyebar fitnah, hal itu sangatlah dimurkai Allah dan terkutuk.
Misalnya; mereka yang mengaku mukmin dengan sewenang-wenang menuduh yang lainnya sebagai atheis atau kafir, berbuat kejahatan dan perbuatan itu dilemparkan kepada orang lain seperti membunuh, menyiksa dan lain sebagainya.
 
Hadits rasululullah yang berbunyi : “man qaala kaafirun li akhuuhu mukminun fa huwa kaafirun” artinya barang siapa berkata “kafir” terhadap saudaranya yang mukmin, maka sesungguhnya dialah (yang mengatakan itu) yang kafir.
Demikian juga mereka yang tak henti-hentinya berbicara tentang amar makruf nahi munkar, sementara mereka terus melakukan kemunkaran.
 
Apakah kejahatan kemanusiaan bukan kemunkaran? Kejahatan apa yang paling besar terhadap umat manusia?
Na’uzubillahi min zalik, kejahatan sangat besar bagi mereka yang mengaku muslim ketika ia ingkar dari kewajibannya menyelamatkan umat manusia lainnya, yaitu dengan merampas hak-hak orang yang tidak berdaya, terlebih-lebih kejahatan memiskinkan orang banyak, hanya karena rakus dengan tahta dan harta benda serta syirik terhadap berhala.
 
Alam hal melawan kekufuran, rasulullah bersabda : “Man ra’a minkum munkarah, fal yjahidu biyadihi, wa illam yastathi’I bil lisaanihi, wa illam yas tathi’I bi qalbih, fa huwa adh’aful ‘iman” (barang siapa diantara kamu melihat kemunkaran, maka berjuanglah (lawanlah) dengan kedua tangannya (segala kekuatannya) . Jika tidak mampu, (melawan) dengan lidahnya (protes, demo, petisi dlsb). Kalau (masih) tidadk mampu dengan hatinya (kutuk, berdo’a kepada Tuhan agar merekad dikembalikan ke jalan yang benar). Maka itu adalah selemah-lemahnya iman.
 
Setiap mukmin sesungguhnya adalah orang-orang yang senantiasa memiliki kasih sayang sebagaimana juga yang mereka sembah sang maha pengasih dan penyayang.
 
Terlalu banyak akibat dari kemiskinan. Peristiwa ibu yang mati bunuh diri bersama anak-anaknya, Ibu atau Bapak yang mati gantung diri karena tidak sanggup menghidup anak-anak mereka, orang yang bunuh diri melompat dari gedung bertingkat, yang bunuh diri karena tidak mampu berobat sehingga sakitnya seumur hidup dan sebagainya, dan sebagainya. Jadi tak muat kalau disebutkan satu persatu di halam ini.
 
Sebagai wargan Negara di Republik yang memiliki kekayaan alam sedemikian melimpahnya, jika sebagian besar rakyatnya sangat miskin, patut dipertanyakan : Siapakah yang sesungguhnya yang bertanggung jawab? Siapakah yang memiskinkan mereka dengan merampas hak-hak mereka?
Siapakah yang merampas hak mereka dengan memperkaya diri melalui kekuasaannya?
 
(Mohammad Noer H. Manshoer Raidy)







Loading...